Yaumil RM AMBO JIWA , Calon Bupati Pasangkayu Di laporkan ke KPK

0
48


Suara4.com – Mamuju – Kejaksaan Negeri Mamuju telah menetapkan Yaumul RM. Ambo Jiwa sebagai tersangka bersama 11 saksi lainnya di vonis bersalah atas perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi secara bersama – sama melakukan Pembobolan Bank BPD Sulawesi Selatan (Sulsel) cabang Pasangkayu yang terjadi sejak bulan November 2006 s/d bulan Juni 2007 yang dilakukan oleh tersangka Yaumul RM bersama rekan-rekannya.

Ke-sebelas orang saksi lainnya masing –masing diantaranya, Hj.Ani, Amir Hamzah, Lainong, Andi Maparampeng, Risman, Natsir, Abidin, Sa’ding, Rafai alias Osama, Boni dan Meryasti.

Penetapan tersangka terhadap Yaumil RM Ambo Jiwa bersama 11 orang rekannya dalam perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi Pembobolan Bank BPD Sulsel cabang Pasangkayu senilai Rp. 40. 000.000.000, (empat puluh miliar rupiah), sebagaimana hasil pemeriksaan Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan.

Tersangka Yaumil RM Ambo Jiwa melanggar Pasal ; KESATU : Pasal 2 Ayat (1) jo Pasal 18 Undang – undang Nomor 31 Tahun 1999jo Undang-undang No. 20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHP jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

KEDUA : Pasal 15 jo Pasal 2 Ayat (1) jo Pasal 18 Undang- Undang No.31 Tahun 1999 jo Undang-undang No.20 Tahun 2001 jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

“Bahwa 11 (sebelas) orang saksi rekan tersangka YAUMIL RM AMBO JIWA sudah divonis bersalah dan memiliki kekuatan hukum tetap (Inkracht),”.

Sementara tersangka Yaumil RM Ambo Jiwa pernah di tahan sekitar dua minggu namun kemudian dilepas oleh penyidik sekira tahun 2007, sehingga tersangka Yaumil RM Ambo Jiwa perkaranya sampai saat ini tidak pernah dilanjutkan lagi ke tingkat persidangan.

Uraian singkat perkara, bahwa sekira kiranya pada tahun 2006 sampai dengan 2007, tersangka Yaumil RM Ambo Jiwa pada saat itu menduduki jabatan selaku Ketua DPRD Kabupaten Mamuju Utara di Pasangkayu. Bersama dengan dua orang Adik kandung dan kerabat dekatnya, mereka bersama-sama mengajukan Kredit Jasa Konstruksi ke Bank BPD Sulsel cabang Pasangkayu.

Pengajuan permohonan kredit dilakukan dengan cara memalsukan tanda tangan debiturnya, serta menggunakan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) fiktif sebagai jaminan Pokok.

Bahwa tersangka Yaumil RM Ambo Jiwa diduga sebagai pelaku utama yang merencanakan dan berperan aktif mengatur saudara kandung dan kerabat dekatnya untuk bersedia mengajukan permohonan Kredit Jasa Konstruksi ke Bank BPD Sulsel cabang Pasangkayu, yang tanda tangan debiturnya di palsukan serta menggunakan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) fiktif sebagai jaminan pokok.

Bahwa modus yang dilakukan tersangka Yaumil RM Ambo Jiwa selaku kawanan pembobol Bank BPD Sulsel cabang Pasangkayu dengan cara menyewa delapan sertifikat tanah milik Udin Basri untuk digunakan sebagai jaminan tambahan.

Sedangkan untuk jaminan pokok tersangka Yaumil RM Ambo Jiwa menghubungi Ir. Rusmadi Tjandra pegawai pada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Pasangkayu guna dibuatkan SMPK sebanyak 3 perusahaan masing-masing CV. Sari Karya, CV. Cahaya Arfah dan CV Masalindri sebagai jaminan pokok dalam pemberian kredit jasa konstruksi yang diterima oleh Mardi Saleh, Natsir Muhammad Amin dan Abidin bin Senang Hati.

Padahal tersangka mengetahui SPMK yang akan dibuat oleh Ir.Rusmadi Tjandra isinya tidak benar karena pada saat itu proyek belum ada yang di tender atau dilelang. Bahwa jaminan tambahan yang diajukan tersangka Yaumil RM Ambo Jiwa bersama saudara kandung dan kerabat dekatnya ke bank BPD Sulsel cabang Pasangkayu, tambahan jaminan berupa sertifikat tanah/bangunan dan BPKB kendaraan bermotor tidak dilakukan pengikatan jaminan melalui pejabat yang berwenang yaitu APHT (Akte Pengikatan Hak tanggungan), serta lokasi proyek yang dijaminkan dan lokasi jaminan tambahan sengaja tidak dilakukan peninjauan.

Selanjutnya tersangka Yaumil RM Ambo Jiwa menyuruh Asniar pegawai honorer pada kantor DPRD Kabupaten Mamuju Utara untuk membawa sertifikat dan bundel perusahaan tersebut kepada H.MUH.TAHIR.KARIM ,SE selaku pimpinan Bank BPD sulawesi selatan cabang pasangkayu guna diproses lebih lanjut.

Bahwa dalam perkara tindak pidana korupsi pembobolan Bank (BPD Sulsel Cabang Pasangkayu, beberapa orang kerabat dekat tersangka Yaumil RM Ambo Jiwa termasuk salah satu adik kandung tersangka sedang mejalani hukuman. Namun lima orang terpidana lainnya, termasuk salah satunya adalah Adik kandung tersangka Yaumil RM Ambo Jiwa hingga saat ini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) atau Buronan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan.

Bahwa dari lima orang terpidana tindak pidana korupsi pembobol Bank BPD Sulsel cabang Pasangkayu yang berstatus DPO atau Buronan antara lain:
1. Rusmadi Chandra, divonis 10 (sepuluh) tahun Penjara.
2. Hj. Ani, divonis 8 (delapan) tahun Penjara
3. Andi Ampen, divonis 4 (empat) tahun Penjara.
4. Jamal Stansa divonis 4 (empat) tahun Penjara, dan
5. Risman alias Manne adik kandung tersangka Yaumil RM Ambo Jiwa divonis 4 (empat) tahun Penjara.

Dari uraian singkat tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa tersangka Yaumil RM Ambo Jiwa bersama saksi-saksi yang telah menjadi terpidana atas korupsi pembobolan Bank BPD Sulsel cabang Pasangkayu, telah menerima pencairan kredit dengan cara melawan hukum, yang dapat merugikan keuangan Negara/Daerah dan perekonomian Negara sebesar Rp. 40.000.000.000 (empat puluh miliar rupiah).

Bahwa tersangka Yaumil RM Ambo Jiwa diduga telah memanfaatkan jabatannya, kewenangannya, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukannya selaku Ketua DPRD Mamuju Utara di Pasangkayu, untuk mengendalikan Kepala Bank BPD Sulsel cabang Pasangkayu dan Kepala Dinas PU Kabupaten Pasangkayu untuk memuluskan niatnya memperkaya dirinya maupun keluarga dan kerabat dekatnya.

Berdasarkan fakta-fakta tersebut diatas, perbuatan tersangka Yaumil RM Ambo Jiwa dan kawan –kawan, dapat disebut bahwa mereka yang melakukan atau turut serta melakukan, menurut Prof.Satochid karta negara, S.H dalam bukunya “Hukum Pidana kumpulan kuliah Bagian Dua” menyebutkan pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHPidana sebagai ajaran “deelneming” yang terdapat pada suatu strafbaarfeit atau delict.

Apabila dalam suatu delict tersangkut beberapa orang atau lebih dari seorang, dalam hal ini harus dipahami bagaimanakah “hubungan” tiap peserta itu terhadap delict, karena hubungan ini adalah bermacam, hubungan ini berbentuk: mereka bersama-sama melakukan suatu delict; mungkin hanya seorang saja yang mempunyai kehendak dan merencanakan delict, akan tetapi delict tersebut tidak dilakukan sendiri tetapi ia menggunakan orang lain untuk melakukan delik tersebut.

Dapat juga terjadi bahwa seseorang saja yang melakukan delict, sedang orang lain membantu orang itu dalam melaksanakan delict.

Bahwa dalam perkara dugaan korupsi pembobolan Bank BPD Sulsel cabang Pasangkayu, kita dapat menarik kesimpulan, bahwa dugaan korupsi yang dilakukan oleh Tersangka Yaumil RM telah direncanakan bersama saudara/adik kandungnya, saudara sepupu dan kerabat dekanya untuk menggasak uang pada Bank BPD Sulsel cabang Pasangkayu.

Pasal 2 ayat (1 UU No.31 Tahun 1999;
“ Setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan Negara atau perekonomian negara dipidana dengan pidana penjara minimal 4 (empat) tahun dan maksimal 20 (duapuluh) tahun dan denda paling sedikit Rp.200.000.000 dan paling banyak Rp. 1.000.000.000 (satu miliar rupiah)“.

Bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mempunyai kewenangan untuk melakukan koordinasi dan supervisi, sekaligus mengambil alih perkara ini.

“Kami dari Saber Korupsi meminta KPK untuk segera mengambil alih perkara ini agar tidak menjadi permainan oknum jaksa nakal.

Dimohon kepada Komisi Pemberantasan Korupsi untuk segera menindaklanjuti laporan ini, untuk dilakukan proses lanjutan kepada tersangka Yaumil RM Ambo Jiwa, sebab tersangka Yaumil RM Ambo Jiwa diduga ada pihak yang melindunginya pada saat proses penyidikan,”.