“Menanti Tuah AHY” Ir. Hj. Mariana Harahap.,MBA Bendahara Umum Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat DKI Jakarta

Penggalangan adalah sebuah ikhtiar atau upaya untuk menggalang atau mengumpulkan. Dalam ranah pemilu maka yang digalang atau dikumpulkan sudah pasti suara masyarakat yang diperoleh pada saat pemilu melalui pencoblosan di TPS. Dalam pandangan saya, setidaknya ada 2 hal mendasar yang akan menjadi pintu-pintu kemenangan Partai yang tengah diupayakan oleh Demokrat DKI

0
132

www.suara4.com – Bertempat di Balai Sidang Jakarta Convention Centre (JCC) pada tanggal 14 Mei 2018, Partai Demokrat melaksanakan kegiatan Pelatikan Dewan Pimpinan Cabang se-DKI Jakarta dikuti dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda). Selain itu akan ada satu kegiatan monumental yaitu Pidato Politik Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Kegiatan ini akan diikuti oleh seluruh Kader Partai Demokrat DPD DKI Jakarta.

Dua periode Partai Demokrat sempat berjaya dan berhasil mendudukkan pemimpinnya yaitu Prof. DR. H. Susilo Bambang Yudhoyono selaku Presiden Republik Indonesia berturut-turut. Kejayaan ini diikuti pula dengan penguasaan Partai terhadap kuantitas kursi legislatif. Namun benarlah kemudian petuah kaum tua dahulu “Merebut lebih mudah dari pada mempertahankan”, akibat nila setitik rusak Demokrat se-Indonesia. Berbekal Partai Pemenang dengan perolehan suara 20,85 % pada pemilu 2009 Demokrat pada akhirnya harus bisa menerima kenyataan turun drastis ke posisi ke 4 dengan perolehan suara sebesar 10,19 % pada pemilu 2014.

Didasari keinginan untuk mengulang sejarah dan kembali berjaya dalam pemilu 2019, maka DPD Demokrat DKI Jakarta dibawah kepemimpinan Bung Santoso melaksanakan rakerda dengan mengambil tema “Penggalangan Kunci Kemenangan Pemilu 2019”.

Penggalangan adalah sebuah ikhtiar atau upaya untuk menggalang atau mengumpulkan. Dalam ranah pemilu maka yang digalang atau dikumpulkan sudah pasti suara masyarakat yang diperoleh pada saat pemilu melalui pencoblosan di TPS. Dalam pandangan saya, setidaknya ada 2 hal mendasar yang akan menjadi pintu-pintu kemenangan Partai yang tengah diupayakan oleh Demokrat DKI

1. Re-organisasi Satu hal yang ditekankan oleh Ketua Demokrat DKI Bung Santoso adalah pentingnya re-organisasi struktur mulai dari tingkat Pimpinan Cabang (DPC) hingga ke Pengurus Anak Ranting, Re-organisasi adalah penyusunan kembali fungsionaris organisasi, boleh pada figurnya maupun pada cara pandang atau orientasi para pengurus.

Saya sangat mendukung langkah ini, mengingat struktur partai merupakan magnet yang akan menggalang dukungan dilingkungan sosialnya masing-masing. Jika setiap individu pengurus berhasil melakukan penggalangan maka pintu kemenangan telah terbuka.

Selain proses reorganisasi, maka re-ideologi juga sebaiknya dilaksanakan untuk mengembalikan nilainilai luhur Demokrat yang mungkin sempat luntur dalam perjalanan waktu. Dengan pulihnya cara pandang kader partai serta pendalaman dan pemantapan ideologi, maka Insya Allah perjuangan penggalangan akan lebih mudah, karena kita bergerak dengan cara pandang dan nilai yang sama, saling bahu membahu demi kejayaan Partai Demokrat.

2. Berharap Tuah AHY Sistem politik kita saat ini masih menekankan akan hadirnya figur yang menjadi simbol partai. Fakta politik dimasa lampau memperlihatkan figur SBY adalah magnet terbesar Partai Demokrat hingga dapat mencapai kejayaannya. Dan saat ini tongkat estafet simbol partai tersebut dipergilirkan kepada AHY. Seorang anak muda yang telah mencapai fase kematangan mental, intelektuan dan spiritualnya hingga layak dianugerahi harapan sebagai The Next Future Leader Partai Demokrat DKI Jakarta tak ingin tertinggal dari Provinsi lain di Indonesia yang telah menghadirkan AHY kedaerahnya. Itulah mengapa dalam kegiatan rakerda kali ini secara khusus DPD Demokrat DKI mengharapkan kehadiran AHY untuk didengarkan ide, gagasan serta arahan Beliau sebagai Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma). Arahan ini kemudian akan menjadi acuan bagi para kader dalam melakukan kerja-kerja penggalangan pada pemilu 2019 nanti.

Kehadiran AHY ditengah-tengah kader Partai Demokrat se-DKI Jakarta, akan memberi motivasi perjuangan penggalangan kader. Karena selain memperjuangkan elektabilitas partai maka demokrat juga memperjuangkan seorang anak muda yang ber-tuah (berkat atau pengaruh yang mendatangkan keuntungan). Dengan modal darah kepemimpinan yang mengalir di nadinya, serta tempaan dan pendidikan madrasah kehidupan yang telah dilaluinya maka AHY insya Allah akan menjadi pemimpin yang bertuah, tak hanya bagi Partai Demokrat namun Republik Indonesia.