(AHY) Agus Harimurthi Yudhoyono : Berada Di Tengah-Tengah Rakyat Adalah Kemewahan yang Sesungguhnya

“Mari, kita manfaatkan momentum Ramadhan ini untuk mengingat kembali hakikat hidup manusia, “Khoirunnas Anfa "Uhum Linnas” yaitu sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain. Tidak sepatutnya, kita hanya duduk membahas permasalahan tapi tidak memikirkan jalan keluarnya. Sekali lagi jangan diam! Do something!,” tegas AHY.

0
126

suara4.com – JAKARTA, Komandan Kogasma (Komando Tugas Bersama) Partai Demokrat, Agus Harimurthi Yudhoyono atau yang disapa akrab AHY melakukan orasi dan pidato politik pada Sabtu (9/618) lalu. Orasi yang dibawakan AHY tersebut bertajuk “Dengarkan Suara Rakyat”. Tema tersebut diambil sebagai bagian yang tak terpisahkan dari rangkaian kegiatan safari Ramadhan Partai Demokrat bersama AHY.

Dalam kesempatan orasi politiknya di depan ratusan Kader dan Simpatisan Partai Demokrat di DKI Jakarta, AHY menekankan mengenai pentingnya peran umat Islam Bangsa Indonesia sebagai kelompok masyarakat mayoritas di negeri ini untuk bersama meretas permasalahan yang dihadapi bangsa.

AHY mengungkapkan berbagai persoalan yang kini dihadapi Bangsa Indonesia, mulai dari persoalan ekonomi dengan menurunnya daya beli dan kurangnya lapangan pekerjaan, kemudian persoalan terorisme yang sangat meresahkan masyarakat dan berbagai persoalan lainnya.

“Umat Islam memiliki tanggung jawab secara moral guna menyelesaikan berbagai permasalahan tersebut. Sebagai partai yang berlandaskan pada nilai nasionalis dan religius, Partai Demokrat tentu memiliki pandangan solutif yang menitik beratkan berbagai persoalan, pada 2 hal itu. Sebagai kelompok masyarakat mayoritas di negeri ini, umat Islam memiliki tanggung jawab moral terbesar untuk mengatasi persoalan-persoalan sosial di masyarakat,” urainya.

AHY  juga mengingatkan mengenai momentum Bulan Ramadhan untuk senantiasa mengingat hakekat kehidupan manusia Indonesia sebagai manusia yang hakiki. Karena baginya, sesuai dengan bunyi hadits yang diriwayatkan oleh HR. Thabrani dan Dharuqutni, sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya.

“Mari, kita manfaatkan momentum Ramadhan ini untuk mengingat kembali hakikat hidup manusia, “Khoirunnas Anfa “Uhum Linnas” yaitu sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain. Tidak sepatutnya, kita hanya duduk membahas permasalahan tapi tidak memikirkan jalan keluarnya. Sekali lagi jangan diam! Do something!,” tegas AHY.

Seperti diberitakan, sebelum melakukan orasi politik di Jakarta, AHY sebagai Komandan Kogasma, rajin menyambangi daerah-daerah di Indonesia, seperti Jawa Barat, Jawa Timur, Yogyakarta, Banten, Jawa Tengah, Sumatera Selatan, Sulawesi Tenggara, Sumatera Utara, dan daerah lainnya. Seluruh aspirasi dan keluh kesah yang disampaikan masyarakat kepada dirinya tergambarkan dalam sekelumit kalimat di orasi yang disampaikannya.

“Apa yang masyarakat rasakan terhadap kondisi hari ini, baik kondisi ekonomi, keamanan, dan lainnya seringkali berbeda dengan apa yang diberitakan oleh media massa. Dari interaksi dengan kelompok-kelompok masyarakat itu, saya mendengar, mencatat, dan ikut merasakan apa yang menjadi kegundahan mereka,” ungkapnya.

Lebih lanjut katanya, pemberitaan yang tidak berimbang ini juga menutupi keadaan yang sebenarnya, AHY menilai, masyarakat dininabobokan oleh persoalan-persoalan yang sesungguhnya tidak aktual dan jauh dari kata merakyat.

“Bagi saya, berada di tengah-tengah rakyat adalah kemewahan yang sesungguhnya, dimana “muka ketemu muka, hati ketemu hati, gagasan ketemu gagasan”. Berdialog dan mendengarkan keluhan mereka secara langsung, tidaklah tergantikan. Betapapun majunya teknologi informasi dan komunikasi yang kita miliki sekarang,” ujarnya.

Apa yang disampaikan AHY melalui orasinya sedikit banyak diresapi oleh Santoso, SH selaku Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta. Dirinya yang merupakan legislator DPRD Provinsi DKI Jakarta asal Dapil 3 ini juga seringkali menemui hal serupa seperti apa yang disampaikan AHY terkait kondisi masyarakat saat ini.

“Dalam reses DPRD DKI Jakarta, saya seringkali mendengarkan pula keluh kesah rakyat tentang susahnya hidup di era sekarang. Itu tidak satu atau dua orang yang mengatakan seperti itu, tapi banyak. Apalagi ibu-ibu yang bersentuhan langsung dengan anggaran belanja rumah tangga. Semua dirasa sulit, bahan-bahan pokok harganya melambung, subsidi listrik dicabut, belum lagi mencari pekerjaan jaman sekarang sangat susah,” dikatakan Santoso, SH membenarkan penyampaian AHY saat berorasi.

Oleh karena itu, Santoso, SH berinisiatif menginstruksikan kepada segenap Ketua DPC di DKI Jakarta untuk melakukan agenda penggalangan secara terus menerus dan berkelanjutan. Di samping sebagai senjata untuk merebut suara rakyat, penggalangan juga dimaksudkan agar segenap jajaran ketua dan pengurus DPC Demokrat di DKI Jakarta bisa berdekatan dengan rakyat sambil mendengar apa yang menjadi permasalahan mereka..