ADEI Akui Bisnis Digital Janjikan Tumbuhnya Pasar Baru

Kedua, kata Bayu, apapun yang dilakukan, pastikan selalu melakukan riset sebelum mengambil keputusan. Jadi harus selalu memiliki bukti pendukung keputusan, jangan hanya mengandalkan instan atau opini pribadi. Ketiga, dalam menjalankan start up diperlukan wawasan yang luas mengenai teknologi. 

0
102

Suara4.com – Jakarta – Asosiasi Digital Entrepeneur Indonesia (ADEI) mengakui, meskipun bisnis teknologi digital menjanjikan “growth” yang lebih cepat daripada bisnis konvensional dan beberapa kemudahannya. Namun bisnis digital harus memiliki strategi agar tetap berkembang dan langkah yang tepat untuk mendapatkan pangsa pasar baru.

Sekretaris Jenderal ADEI, Bayu Prawira Hie mengatakan, dalam menunjang transformasi digital yang paling penting kesiapan dari pelaku usaha pemula dalam menghadapi persaingan dengan perusahaan yang skalanya lebih besar, apalagi yang hanya memiliki budget yang efisien.


“Saya pikir kalau kita mampu memasarkan produk dengan kualitas yang sama dengan perusahaan-perusahaan besar dengan budget lokal, maka lama-lama pasar bisa kita rebut. Apalagi basis perekenomian Indonesia ada di Usaha Kecil Menengah (UKM),” kata Bayu di Jakarta, Jumat (25/5).

Bayu menjelaskan, agar bisnis digital dapat terus tumbuh dan tidak tergerus, maka diperlukan langkah-langkah dalam memulainya, yang terdiri dari beberapa tahapan untuk dikerjakan selama beberapa waktu ke depan. Pertama, membuat rencana bisnis, berusahalah mengerjakan daftar rencana sesuai waktu yang telah ditetapkan.

“Strategi yang sederhana dan dilakukan dengan target pasar yang tepat hasilnya akan jauh lebih baik untuk membuat bisnis startup digital yang sukses,” ungkap dia.

Kedua, kata Bayu, apapun yang dilakukan, pastikan selalu melakukan riset sebelum mengambil keputusan. Jadi harus selalu memiliki bukti pendukung keputusan, jangan hanya mengandalkan instan atau opini pribadi. Ketiga, dalam menjalankan start up diperlukan wawasan yang luas mengenai teknologi.

Sebagai pengusaha, lanjut Bayu, juga dituntut untuk terus menjadi kreatif dan memiliki strategi-strategi baru, apalagi juga diperlukan dengan memperluas bisnis. Disamping itu, selalu memiliki konsistensi sehingga pelanggan mudah mengenali bisnis anda.

“Kita juga harus membangun komunitas digital sebagai wadah sharing knowledge dan experiences,” ucap Bayu.

Sementara itu, CEO Arbey, Handito Joewono menambahkan, dalam melakukan bisnis baru perlu mempertimbangkan pasar yang akan dituju dan kompetitif-kompetitor lainnya.

Menurut Handito, terdapat beberapa pertimbangan yang membuat batasan pasar perlu dipahami dan diterapkan, yaitu pertama, perusahaan harus mengerti dengan baik siapa pesaing mereka, baik yang ada sekarang, maupun yang akan muncul dikemudian hari. ‘”Perusahaan harus mengetahui batasan-batasan cakupan produk dan batasan geografis pasarnya, agar dapat membuat strategi yang tepat dalam hal menetapkan harga, menentukan anggaran promosi, atau mengambil keputusan untuk menambah investasi modal kerja,” ujar Handito. Handito menambahkan, batasan pasar juga perlu ditetapkan dalam rangka penetapan corporate strategy, termasuk keputusan melakukan merger atau akuisisi. Dalam prakteknya, tidak seluruh potensi pasar yang ada di dalam batasan pasar perlu dianggap sebagai pasar yang ingin direbut.

“Perusahaan perlu mempersempit batasan pasar yang ingin diraih untuk memperjelas program pemasaran, bukan bermaksud untuk mempersempit ruang lingkup usaha. Karenanya setelah merumuskan batasan pasar perusahaan, masih perlu dirumuskan pasar sasaran (target market) yang ingin dijadikan prioritas,” tandasnya.(red/frt)